Baron Techno Park

SARANA UJI TERAP, EDUKASI DAN WISATA TEKNOLOGI PEMANFAATAN ENERGI BARU & TERBARUKAN

Pemanfaatan Potensi  Sumberdaya  Energi Terbarukan  Untuk  Pemenuhan Kebutuhan  Listrik

 

Latar Belakang

Kenaikan harga bahan bakar minyak belakangan ini menyebabkan peningkatan biaya operasional pembangkit listrik tenaga diesel konvensional yang tinggi.Untuk wilayah pedesaan dan wilayah terpencil,  dampak kenaikan harga BBM tersebut lebih tinggi lagi mengingat terbatasnya sarana transportasi BBM ke wilayah tersebut. Sehingga pada akhirnya upaya pemenuhan kebutuhan listrik di wilayah pedesaan dan wilayah terpencil secara finansial tidak menguntungkan.

Disisi lain, potensi sumberdaya energi terbarukan seperti energi matahari, energi angin maupun energi biomasa tersedia dalam jumlah melimpah dan gratis di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini merupakan peluang besar untuk menggantikan atau paling tidak mereduksi  penggunaan bahan bakar minyak yang tidak lama lagi akan habis.

Salah satu teknologi yang bisa diterapkan adalah menggabungkan pembangkit listrik konvensional dengan pembangkit listrik bersumberdaya energi terbarukan yang dikenal dengan pembangkit hibrida. 

Topologi Sistem

Pembangkit hibrida merupakan gabungan pembangkit diesel konvensional yang handal namun biaya operasionalnya mahal dengan pembangkit listrik bersumberdaya energi terbarukan seperti fotovoltaik, turbin angin, mikrohidro atau biomassa yang biaya operasionalnya murah.

Tujuan penggabungan tersebut untuk meningkatkan kehandalan pembangkit listrik serta untuk mereduksi biaya operasional pembangkit listrik akibat sulitnya/terbatasnya sarana transportasi BBM serta mahalnya harga BBM di wilayah-wilayah tertentu.

  

Dalam kondisi normal, energi listrik yang dihasilkan oleh fotovoltaik dan turbin angin akan disimpan kedalam bank batere  melalui perangkat kontroler. Selanjutnya tegangan searah dari bank batere diubah oleh inverter menjadi tegangan bolak-balik yang siap disalurkan ke beban/pelanggan.

Namun dalam kondisi tertentu dimana energi matahari maupun angin relatif  kecil akibat cuaca buruk yang menyebabkan pasokan energi listrik ke bank batere berkurang, maka pembangkit diesel akan diperintahkan oleh perangkat kontroler untuk beroperasi ‘sesaat’ untuk mengisi bank batere.

Baron Technopark

Baron Technopark merupakan kawasan pusat pengkajian dan pelatihan teknologi pembangkit listrik energi terbarukan yang sekaligus merupakan sarana edukasi teknologi yang bersifat rekreatif dan informatif.

Dana pembangunan pembangkit listrik di kawasan tersebut berasal dari hibah NORAD - Norwegia tahun 2009 sebesar NOK 6.500.000 (setara USD 1.180.000), dimana pelaksanaannya dimulai tanggal 27 Oktober 2010. 

Subsistem PLTH

Pembangkit Hibrida yang dibangun di kawasan Baron Technopark terdiri dari beberapa subsistem pembangkit, al:

  • Fotovoltaik: Kapasitas Total 36 kWp (360 unit @100 Wp).
  • Turbin Angin: Kapasitas Total 15 kW (1 unit 5 kW dan 1 unit 10 kW).
  • PLT Diesel:  Kapasitas 25 kVA.
  • Batere Bank: Kapasitas 288 kVAh (120 Sel @1200Ah)
  • Hybrid Power Controller: Kapasitas 25 kVA.
  • Sistem Data Aquisition.
  • Stasiun Cuaca: 6 input sensor  (Kecepatan Angin, Arah Angin, Radiasi Matahari, Temperatur dan Kelembaban Udara).
  • Pengolah Minyak Nabati: Kapasitas 500kg/batch.
  • Gedung Kontrol: Luas 540 m2.
  • Gedung Pengolah Minyak Nabati: Luas  192 m2
  • Gedung Genset: Luas 90 m2.